Sunday, February 8, 2015

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN



 Tujuan perkuliahan :

Mahasiswa mampu memahami pengertian, perkembangan wirausaha di Negara luar dan di Indonesia, konsepsi wirausaha dan kewirausahaan, karakteristik, jiwa, semangat, pribadi wirausaha, upaya-upaya yang dilakukan wirauaha serta factor- faktor yang merugikan wirausaha.


Pokok-pokok Materi Perkuliahan :

1. Pengertian Wirausaha dan Kewirausahaan

2. Perkembangan Wirausaha

3. Karakteristik Wirausaha

4. Kualitas Wirausaha

5. Kelebihan Wirausaha

6. Tipe pengejar Sukses

7. Tangga Kesibukan Wirausaha

8. Ethos kerja Wirausaha

9. Pendidikan dan Latihan Wirausaha

10. Faktor-faktor yang Merugikan Wirausaha

11. Ikrar Wirausaha

12. Memilih Lapangan Usaha




1. Pengertian Wiraswasta

Wiraswasta berasal dari bahasa Sansekerta, terdiri dari tiga suku kata : “wira“, “swa“, dan “sta“. Wira berarti manusia unggul, teladan, tangguh, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan, pionir, pendekar/pejuang kemajuan, memiliki keagungan watak. Swa berarti sendiri, dan Sta berarti berdiri.
Wiraswasta bersrti sifat-sifat keberanian, keutamaan, dan keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994), mengartikan wiraswasta yang mengidentikan dengan wirausaha, yaitu : “Orang yang pandai atau berbakan mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur pemodalan operasinya“.
M.J.  Jhingan  (Astim  Riyanto  dan  Arifah,  2000  :  3),  mengungkapkan bahwa “wiraswasta“ atau “pengusaha“ diambil dari bahasa Perancis entrepreneur yang pada mulanya berarti pemimpin musik atau pertunjukkan lainnya. Dalam ilmu ekonomi, seorang pengusaha berarti seorang pemimpin ekonomi yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan peluang secara berhasil memperkenalkan mata dagangan baru, teknik baru, sumber pemasukan baru, serta pabrik, peralatan, manajemen, tenaga buruh yang diperlukan dan mengorganisasikannya ke dalam suatu teknik pengoperasian perusahaan. Pengertian entrepreneur adalah mereka yang memulai sebuah usaha baru dan yang berani menanggung segala macam risiko serta mereka yang mendapatkan keuntungan.
Dapat disimpulkan bahwa istilah wiraswasta dan wirausaha berasal dari istilah yang sama yaitu entrepreneur. Oleh karena itu, istilah wirausaha dapat diartikan  sebagai  manusia  unggul yang  mampu  melakukan  kegiatan/pekerjaan untuk  mencapai  suatu  maksud  yang  dalam  bidang  perdagangan/perusahaan dengan maksud mencari untung, bahkan mampu membantu terutama dalam menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.




2. Pengertian Kewirausahaan

Dalam mengartikan kewirausahaan terlebih dahulu harus memahami arti dari wirausaha dan wirausahawan. Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira  dan  usaha.  Wira,  berarti  pejuang,  pahlawan,  manusia  unggul,  teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. Wirausahawan menurut   Joseph Schumpeter (1934) adalah seorang  inovator  yang  mengimplementasikan  perubahan-perubahan  di  dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk : (1) memperkenalkan produk baru, (2) memperkenalkan metode produksi baru,  (3)  membuka  pasar  yang  baru  (new  market),  (4)  memperoleh  sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri.  Dari arti wirausaha dan wirausahawan tersebut, maka kewirausahaan dapat diartikan sebagai berikut :
a. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Achmad Sanusi, 1994).
b. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different). (Drucker, 1959).
c. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan. (Zimmerer, 1996).
d. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha

(star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth). (Soeharto Prawiro,

1997).

e. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. (Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995).




f. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif  yang  dijadikan  dasar,  sumber  daya,  tenaga  penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. (Soeparman Spemahamidjaja, 1977).
g. Kewirausahaan adalah suatu sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. (S. Wijandi, 1988).
h.   Kewirausahaan   didefinisikan   sebagai   bekerja   sendiri   (self-employment). (Richard Cantillon, 1973).
Dari berbagai pendapat para ahli di atas, maka dapat disarikan bahwa pengertian kewirausahaan adalah sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, resiko sosial, dan akan menerima reward berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.
Melalui pengertian tersebut, terdapat empat ciri yang dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu :
1) Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Penambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata, tetapi juga oleh konsumen yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.
2) Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan.

Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.
3) Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam kondisi ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko sosial.
4)   Memperoleh   reward.   Dalam   hal   ini   reward   yang   terpenting   adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi, sedangkan reward   berupa   uang   biasanya   dianggap   sebagai   suatu   bentuk   derajat kesuksesan usahanya.




PERKEMBANGAN WIRAUSAHA



Istilah “entrepreneur” lahir di dunia Barat, yang menurut sejarah awalnya dipergunakan oleh Richard Cantillon tahun 1755. Entrepreneur diartikan sebagai membeli jasa-jasa faktor produksi dengan harga tertentu, dengan suatu pengertian untuk menjual hasilnya tersebut dengan harga-harga yang tidak pasti di masa yang akan datang. Oleh karena itu, entrepreneur dinyatakan dengan suatu fungsi pokok yang unik : penanggung risiko tanpa jaminan. Beberapa tahun kemudian, Jean Babtiste Say menggambarkan fungsi entrepreneur dalam arti yang lebih luas, menekankan pada fungsi penggabungan dari factor-faktor produksi dan perlengkapan manajemen yang kontinu, dan selain itu juga sebagai penanggung
risiko.

Di Indonesia setelah seminar Strategi Pembangunan Pengusaha Swasta Nasional dalam tahun 1975, maka istilah wiraswasta untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Suparman Sumahamijaya kepada masyarakat. Setelah itu dengan  adanya  Lokakarya  Sistem  Pendidikan  dan  Pengembangan Kewiraswastaan, maka istilah wiraswasta (entrepreneur) atau kewirswastaan (entrepreneurship) semakin luas beredar. Hal ini setelah melalui perjalanan yang cukup panjang sejak tahun 1967 masih digunakan istilah entrepreneur.
Pada dasarnya di alam pembangunan sekarang ini, semua orang warga Indonesia dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Sebenarnya kita semua merupakan wirausaha yang baik dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya, pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, seorang wirausaha yang berhasil harus memiliki jiwa semangat kewirausahaan berdasarkan norma- norma yang sudah ditentukan.
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, cirri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif dalam dunia nyata secara kreatif. Sedangkan yang dimaksud dengan seorang wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang




tepat,  mengambil  keuntungan  serta  memiliki  sifat,  watak dan  kemauan  untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.
Pada intinya, seorang wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki jiwa wirausaha dan mengaplikasikan hakekat kewirausahaan dalam hidupnya. Orang-orang yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam hidupnya. Secara epistimologis, sebenarnya kewirausahaan hakikatnya adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup. Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata- kata tetapi juga berbuat, merealisasikan rencana-renacana dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, yaitu pola piker tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam melakukan sesuatu yang baru.
Beberapa konsep kewirausahaan seolah identik dengan kemampuan para wirausahawan dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan  tidak  selalu  identik  dengan  watak/ciri  wirausahawan  semata, karena sifat-sifat wirausahawanpun dimiliki oleh seorang yang bukan wirausahawan. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta  maupun  pemerintahan  (Soeparman  Soemahamidjaja,  1980). Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997).










KUALITAS WIRAUSAHA






Kemampuan   merencanakan   usaha dan karir
Mempunyai visi dan misi Menumbuhkan    dan    mempertajam kiat sukses
Memiliki        keahlian        mencapai kemajuan
Mampu memajukan traf hidup diri, keluarga dan pembangunan bangsa




WIRAUSAHA YANG BERHASIL



1.          Memiliki   pendidikan   formal   dan budaya kreasi
2. Semangat yang menyala-nyala, berani dan bertanggung jawab
3.         Terampil  dalam  berfikir   dan   ulet dalam  arti    analisis    harus     tepat, sistematis dan metodologis
4.         Berwatak   (berkepribadian)   dengan kemampuan     tinggi    sesuai    dengan landasan      filsafat   bangsa   Indonesia, yaitu Pancasila
5.       Mampu  mengorganisasi  diri  sendiri, bawahan, dan teman sekerja lainnya
6.         Mampu  bergaul  dan  luwes  dalam pergaulan masyarakat
7.          Mengutamakan   keberhasilan   yang menguntungkan
8.         Tidak  konsumtif,  tidak  boros  dan dapat berhemat




AKAR KEBERHASILAN PENGUSAHA



1. Kemauan yang keras
2. Perjuangan yang tidak mengenal lelah
3.            Kesediaan    menghadapi    berbagai kemungkinan
4. Menggunakan proses pikir positif
5. Dapat menjauhi proses pikir negatif
6. Supel dalam bergaul
7.              Yakin     akan     pekerjaan     yang dilakukannya






KELEBIHAN WIRAUSAHA




Gambaran Ideal Wirausaha
Orang yang dalam keadaan bagaimanapun daruratnya mampu berdiri atas kemampuan sendiri untuk menolong dirinya keluar dari kesulitan yang dihadapinya.
Memiliki kedewasaan
Kegigihan
Kesabaran
Tidak   cepat   puas   dengan   hasil   yang dicapai
Dapat    menyulap    kelemahan    menjadi kelebihan
Menarik hikmah dari kegagalan
Pantang menyerah
Tahan banting




Sumber Daya
Wirausaha :

Pikiran

Perasaan

Tenaga
efisien
Waktu
>   efektif
BAIK
Ruang
ekonomis


Barang



Uang





Kelebihan Wirausaha :



1.                Tahu       apa       maunya,        dengan merumuskannya, merencanakan upayanya, dan              menentukan   program   batas   waktu untuk mencapainya
2.      Berpikir teliti dan berpandangan kreatif dengan imajinasi konstruktif
3.         Siap   mental   untuk   menyergap   dan menciptakan kesempatan serta siap mental dan kesiapan kompetensi untuk memenuhi
persyaratan      kemahiran      mengerjakan
sesuatu yang positif




4. Membiasakan diri bersikap mental positif maju        dan  selalu  bergairah  dalam  setiap pekerjaan
5.       Mempunyai  daya  penggerak  diri  yang selalu menimbulkan inisiatif
6.       Tahu  mensyukuri  dirinya,  sang  waktu, dan mensyukuri lingkungannya
7.   Bersedia   membayar   harga   kemajuan,
yaitu kesediaan berjerih payah
8.          Memajukan   limngkungannya   dengan menolong orang lain, agar orang lain dapat menolong dirinya sendiri.
9.      Membiasakan  membangun  disiplin  diri, bersedia        menabung,    dan    membuat anggaran waktu dan uang
10. Selalu menarik pelajaran dari kekeliruan, kesalahan,    pengalaman    pahit,    dan
berprihatin
11.              Menguasai     kemampuan     menjual, memiliki   kepemimpinan,   kemampuan memperhitungkan          risiko,          dan
mengamalkan Pancasila
12. Mereka berwatak maju dan cerdik serta percaya diri sendiri




13.        Menyadari  arti  master  plan  dan  team work serta membiasakan memberi lebih dari apa yang diterima
14.             Mampu    memusatkan    perhatiannya terhadap setiap tujuannya
15.           Berkepribadian   yang   menarik,   seni berbicara, dan seni bergaul
16.  Jujur,  bertanggung  jawab,  ulet,  tekun
dan terarah
17. Memperhatikan kesehatan diri
18.         Menjauhkan  diri  dari  sifat  iri,  rakus, dendam, takut disaingi, khawatir, dan ragur-ragu
19. Tunduk dan bersyukur pada Tuhan yang
Maha Esa untuk mendapatkan ridlanya, beriman dan memperhatikan hukum alam, peraturan dan hukum yang berlaku sebagai pedoman
20.         Tangguh  menghadapi  persaingan  dan patuh membayar pajak.





ETHOS KERJA DI KALANGAN WIRAUSAHA


Makna Bekerja Dalam Kehidupan Manusia : Kebersamaan atau memberi secara timbal balik
Mengandung fungsi sosial
Sumber status atau jenjang dalam masyarakat
Bersifat pribadi



Ciri orang yang berhasil mengejar sukses : Memiliki kepribadian unggul
Mengenal diri sendiri
Mempunyai keahlian khusus atau vak tertentu
Kemauan   dan   kesediaan   untuk   belajar terus dan bekerja keras
Memiliki kekayaan berupa kekayaan mental, spiritual dan material
Mengetahui dan memperhatikan hambatan yang ada dan hambatan yang mungkin terjadi




Kebutuhan Manusia :
   Kebutuhan     materil     (Ekonomis     dan
Biologis)
      Kebutuhan  Nonmateril  (Psikologis  dan
Sosiologis)



IKRAR WIRAUSAHA :
1. Wirausaha sebagai tugas selama hidup
2. Percaya pada diri sendiri
3. Kebiasaan sikap mental positif
4. Membersihkan diri dari berpikir negatif
5. Menempa pikiran maju
6. Membebaskan pikiran dari hambatan buatan sendiri
7. Percaya pada penggerak diri
8. Kebiasaan berprakarsa
9. Pelihara jiwa, semangat, dan kiat maju
10. Pelihara keimanan dan ketaqwaan


Saran untuk membangun rasa percaya diri : Kenali bagian positif diri
Berusaha duduk di depan
Berusaha memandang wajah orang
Jalan lebih cepat Angkat bicara Senyum segar/lebar







Faktor-faktor yang merugikan wirausaha :
   Orang  yang  hidup  pasif  dan  menyerah pada keadaan
Orang yang berjiwa lemah
Mental rendah diri Faktor personalitas Kebiasaan yang tidak baik

0 comments:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Post a Comment